Sosialisasi DAGUSIBU Obat Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka

Socialization of DAGUSIBU Medicine as an Effort to Increase Community Knowledge in Kolaka Sub-district, Kolaka Regency

Authors

  • Harni Sartika Kamaruddin Prodi Farmasi, Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Ines Septiani Pratiwi Prodi Farmasi, Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Muhammad Israwan Azis Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Univeristas Sembilanbelas November Kolaka
  • Carla Wulandari Sabandar Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Univeristas Sembilanbelas November Kolaka
  • Retno Wahyuningrum Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Univeristas Sembilanbelas November Kolaka
  • Ari Dwidayati Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Univeristas Sembilanbelas November Kolaka
  • Eva Feriadi Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Univeristas Sembilanbelas November Kolaka
  • Alfiranty Yunita Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Univeristas Sembilanbelas November Kolaka
  • Muh. Syahruddin Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Univeristas Sembilanbelas November Kolaka

Keywords:

Edukasi, DAGUSIBU, Organisasi DWP, Rasionalitas Penggunaan Obat

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan salah satu masalah dalam dunia kesehatan yang terus menerus meningkat setiap tahunnya. Penggunaan obat yang tidak rasional tidak hanya akan mengakibatkan permasalahan kesehatan bagi individu pengguna tetapi juga permasalahan ekonomi. Banyaknya masalah dalam penggunaan obat di masyarakat membuat Ikatan Apoteker Indonesia untuk memprakarsai Gerakan Keluarga Sadar Obat, dimana salah satu programnya adalah DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat dengan baik dan benar. Program ini diharapkan mampu menyentuh hingga ke lapisan masyarakat terkecil, dalam hal ini rumah tangga. Anggota utama rumah tangga yang sangat berperan penting dalam peningkatan kualitas kesehatan adalah ibu, karena secara tidak langsung seorang ibu juga akan turut mengelola obat di dalam rumah tangganya. Organisasi masyarakat yang biasanya diikuti oleh para ibu khususnya para istri PNS adalah organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP), dimana organisasi ini tidak hanya melindungi dan memberdayakan, tetapi juga turut serta dalam memberikan solusi permasalahan yang dihadapi oleh anggotanya. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa pemberian materi dan leaflet mengenai DAGUSIBU kepada ibu-ibu anggota DWP Universitas Sembilanbelas November Kolaka guna meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan obat yang rasional dan mencegah terjadinya drug related problem.

References

Dharma Wanita Persatuan Pusat, 2022, Dharma Wanita Persatuan – Sejarah DWP: https://dharmawanitapersatuan.id/sejarah-dwp/, accessed on February 20th 2022.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2019, InfoDATIN: Hari Farmasi Sedunia (25 September 2019), Pusat Data dan Informasi, Indonesia.

Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, 2014, Pedoman Pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat, PP IAI, Indonesia.

Ratnasari, D., Yunitasari, N., dan Deka, P. T., 2019, Penyuluhan Dapatkan-Gunakan-Simpang-Buang (DAGUSIBU) Obat, Journal of Community Engagement and Employment, Vol: 01, 55-61.

World Health Organization, 2002, WHO Policy Perspectivers on Medicines, Marketing and Dissemination of World Health Organization, Geneva.

Published

2025-01-27